Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2012

Kodak Resmi Hentikan Produksi Kamera

Kodak yang sedang berjuang mengatasi kejatuhannya mengumumkan bahwa mereka akan berhenti membuat kamera digital dan kamera video. Rencananya, perusahaan pionir fotografi tersebut akan mengalihkan perhatian ke bisnis percetakan miliknya.

Diwartakan The Next Web, Jumat (10/2/2012), Kodak akan mengurangi produksi dan berhenti menjual seluruh kamera digital, kamera video saku, dan frame foto digital pada paruh pertama 2012. Kemudian, perusahaan yang didirikan George Eastman tersebut menginncar perluasan bisnis lisensinya, mungkin saja termasuk sejumlah paten yang diniatkan untuk melawan Apple dan perusahaan teknologi lainnya.

Setelah langkah tersebut diterapkan, Kodak meyakini akan terjadi penghematan sekira lebih dari USD100 juta dalam dana operasi tahunannya. Namun, mereka juga yakin akan memerlukan dana sebesar USD30 juta untuk memisahkan bisnisnya.

Beberapa waktu lalu, Kodak telah mendaftarkan kebangkrutan perusahaannya di Amerika Serikat (AS). Kini perusahaan tersebut akan tetap menjalankan kios retail foto miliknya, membuat printer inkjet ekonomis, mengembangkan aplikasi yang memungkinkan pengguna Facebook mencetak foto yang telah diunggah, dan masih memperbolehkan penggunanya mendaftarkan diri pada penyimpanan foto gratis via Kodak Gallery.

Selain itu, Kodak masih akan mengoperasikan bisnis pemotretan film tradisional dan kertas fotografi, yang dikatakannya, "akan terus menyediakan produk inovatif dan berkualitas tinggi, serta solusi unntuk konsumer, fotografer, retailer, percetakan foto, dan laboratorium profesional.

Ini adalah usaha terbaru Kodak untuk mengatasi hari-hari suramnya seiring perusahaan tersebut terpengaruh oleh lonjakan kamera ponsel cerdas serta penurunan harga perangkat elektronik kategori konsumer. Entah langkah tersebut akan berhasil mengembalikan keuntungannya atau tidak, penghematan sebesar USD100 juta dalam dana operasi sudah nampak sebagai langkah yang tepat.

SpotDokter, Aplikasi Kesehatan dalam Genggaman

SpotAplikasi SpotDokter membantu menemukan letak Rumah Sakit terdekat, menggunakan sistem GPS dari ponsel dibantu Google Maps.

SpotDokter adalah aplikasi dari PT. SpotMed Grup yang merupakan salah satu startup binaan Project Eden. Calvin Kizana, salah satu penyelenggara Project Eden, menjadi mentornya.

"SpotDokter memang bukan aplikasi yang bisa digunakan daily use seperti jejaring sosial Twitter atau Facebook. Tapi SpotDokter wajib didownload untuk berjaga-jaga dan bisa digunakan dalam keadaan darurat," jelas Calvin dalam jumpa pers di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (9/2/2012).

SpotDokter sudah bisa didownload dan digunakan secara gratis untuk perangkat Android dan BlackBerry. Untuk iPhone akan menyusul di bulan Maret atau April 2012.

Berikut adalah fitur-fitur yang disediakan oleh aplikasi SpotDokter :

  • Directory: Merupakan daftar Rumah Sakit, Lab, dan Dokter yang bisa diakses secara langsung dari ponsel. Saat ini SpotDokter telah memiliki data 1500 Rumah Sakit, 1400 Dokter, 800 Toko Obat, dan 150 Laboratorium.
  • Profile Page: Ini merupakan halaman yang digunakan Rumah Sakit untuk memberitahu informasi lengkap rumah sakit, seperti alamat lengkap, fasilitas, dan dokter yang tersedia.
  • Map and Direction: Fitur ini menggunakan google maps untuk mencari lokasi Rumah Sakit.
  • Search Based on Location: Fitur ini memungkinkan pengguna menggunakan pencarian berdasarkan lokasi tenaga medis terdekat dengan menggunakan GPS yang terdapat di ponsel.
  • Emergency Call: Fitur ini bisa digunakan untuk menelepon tenaga medis dalam keadaan darurat.
  • Health Articles: Fitur ini berisi artikel-artikel kesehatan yang ditulis oleh para dokter dalam jaringan SpotDokter. Artikel akan terus diperbaharui mengikuti perkembangan ilmu kesehatan.
  • Social Media Integration: Artikel kesehatan di SpotDokter telah terintegrasi dengan sosial media, sehingga pengguna bisa membagikannya dengan teman-teman secara luas.  

Selain bisa didownload dari ponsel pintar, SpotDokter juga bisa diakses dari ponsel low end atau perangkat bergerak lainnya seperti tablet atau laptop dengan mengakses m.spotdokter.com.

"Untuk saat ini, data tenaga medis kami mayoritas berada di wilayah Jawa dan Bali. Kami masih akan terus mengembangkan dan memperbaharui database sehingga bisa menjangkau wilayah yang lebih jauh sepeti Sulawesi dan Papua," ungkap Mendy Candella, Chief Executive Officer (CEO) SpotDokter yang hadir dalam jumpa pers.

Untuk pendapatan, SpotDokter bergantung kepada Promosi yang dilakukan Rumah Sakit. Ada dua pilihan, yakni Basic dan Premium.

Untuk basic, hanya berisi data alamat lengkap dan nomor telepon, dan ini gratis bagi rumah sakit untuk memberikan data.

Jika Rumah Sakit ingin menambahkan data dengan fasilitas, nama dokter yang tersedia, dan jadwal dokter, maka akan dikenakan tarif tertentu per tahun, dengan keanggotaan Premium.

Instagram "Aspal" Sempat Muncul di Android Market

 Instagram palsu yang sempat muncul di Android Market
Aplikasi editing dan sharing foto, Instagram yang saat ini hanya bisa digunakan di perangkat iOS, memang sedang digarap agar bisa berjalan di perangkat Android.

Para pengguna perangkat Android masih setia menanti aplikasi yang populer tersebut. Di tengah penantian itu, secara tiba-tiba, beredar rumor bahwa Instagram sudah tersedia di Android Market.

Situs In Flex We Trust melaporkan, Senin (6/2/2012), mereka mendapat sebuah notifikasi iklan di kolom aplikasi "Featured" saat sedang mengunjungi Android Market. Kala itu, mereka sedang menggunakan tablet Samsung Galaxy Tab 10.1.

Namun, ketika Instagram dicari di Android Market, ternyata aplikasi itu belum ada.

Hal ini menimbulkan kecurigaan di antara pengguna Android, akan adanya scam/malware baru di Android Market. Pasalnya, beberapa hari yang lalu ada pengembang tak dikenal yang memalsukan aplikasi Instagram, lalu memasukkannya ke Android Market. Aplikasi palsu itu langsung mendapat rating 5 bintang.
Untungnya, tak selang berapa lama, Google langsung mencabut Instagram palsu itu dari Android Market.

Aplikasi yang di dalamnya terdapat malware memang kerap muncul sebagai iklan di "notification bar" di Android Market. Jika begini, nampaknya pengguna Android masih harus menunggu aplikasi Instagram yang asli.